Ripple kembali mengeluarkan peringatan kepada komunitas XRP setelah muncul akun Instagram palsu yang menyamar sebagai CEO Ripple, Brad Garlinghouse. Akun tersebut dilaporkan digunakan untuk menjalankan modus penipuan berkedok giveaway kripto.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan berbasis media sosial yang memanfaatkan nama besar di industri kripto untuk menargetkan pengguna, khususnya investor ritel.
Akun Instagram palsu tersebut diketahui menghubungi pengguna secara langsung dan menawarkan program giveaway XRP. Modus yang digunakan cukup umum, yakni meminta korban mengirim sejumlah XRP terlebih dahulu dengan janji akan menerima jumlah yang lebih besar sebagai imbalan.
Menurut CryptoNews, CTO Emeritus Ripple, David Schwartz, turut menyoroti kasus ini dan menegaskan bahwa akun tersebut tidak memiliki hubungan dengan Brad Garlinghouse. Ia juga mengingatkan bahwa skema seperti ini sudah sering terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Penipuan giveaway kripto umumnya menggunakan identitas tokoh terkenal untuk membangun kepercayaan. Pelaku sering kali menciptakan urgensi agar korban segera mengirim dana tanpa melakukan verifikasi.
Selain itu, metode penipuan semakin berkembang dengan penggunaan deepfake, akun layanan pelanggan palsu, hingga siaran langsung (livestream) yang tampak meyakinkan.
Dalam kasus ini, pelaku memanfaatkan reputasi CEO Ripple untuk membuat skema penipuan terlihat kredibel, padahal seluruh komunikasi tersebut tidak resmi.
Baca juga: XRP Stagnan 5 Tahun, Masihkah Ada Harapan?
Ripple menegaskan kembali bahwa perusahaan maupun para eksekutifnya tidak pernah meminta pengguna untuk mengirim XRP atau aset kripto lainnya.
Perusahaan juga mengingatkan bahwa mereka tidak memiliki kanal komunikasi resmi di platform seperti Telegram. Oleh karena itu, akun atau pesan yang mengatasnamakan Ripple di platform tersebut perlu diwaspadai.
Selain itu, Ripple juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan meminta informasi sensitif seperti private key, password, atau data pribadi melalui saluran tidak resmi.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa meningkatnya kasus penipuan seperti ini menunjukkan pentingnya literasi keamanan bagi pengguna kripto.
“Modus impersonasi dengan menggunakan nama tokoh besar adalah salah satu yang paling sering terjadi. Pelaku memanfaatkan kepercayaan publik untuk menjalankan skema penipuan,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Mereka juga menekankan pentingnya prinsip dasar dalam menjaga aset digital.
“Jika ada pihak yang meminta transfer dana dengan imbalan tertentu, itu hampir pasti merupakan penipuan. Dalam ekosistem kripto, tidak ada mekanisme resmi yang meminta pengguna mengirim aset terlebih dahulu untuk mendapatkan keuntungan,” tambahnya.
Secara keseluruhan, Tim Research Tokocrypto mengingatkan agar pengguna selalu melakukan verifikasi terhadap sumber informasi dan tidak mudah tergiur dengan penawaran yang terdengar tidak masuk akal.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Akun Palsu CEO Ripple Beredar: Awas Scam Giveaway XRP! appeared first on Tokocrypto News.


