Ketua Parlemen Iran secara terbuka menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran yang dibekukan sebelum pembicaraan damai akhir pekan di Islamabad dapat dimulai.
Pernyataan dari Mohammad Bagher Ghalibaf ini hadir hanya beberapa jam sebelum Wakil Presiden JD Vance berangkat menghadiri negosiasi yang dimediasi Pakistan, sehingga menambah ketidakpastian pada momentum diplomatik yang masih rapuh.
Bitcoin (BTC) melonjak 5% menjadi US$72.700 pada 7 April setelah Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran lewat Truth Social.
Peristiwa tersebut memicu likuidasi Futures aset kripto sekitar US$595 juta, di mana mayoritas kerugian dialami oleh penjual short.
Pada waktu publikasi, BTC diperdagangkan sedikit di bawah US$73.000, memanfaatkan sentimen positif dari berita gencatan senjata serta meredanya ketakutan inflasi yang sebelumnya menekan aset berisiko selama berminggu-minggu.
Namun, sebuah laporan dari Bybit dan Block Scholes yang dirilis 10 April menemukan bahwa sentimen pasar masih berhati-hati. Pasar opsi menunjukkan premi downside yang makin menyempit tanpa adanya tanda balik arah bullish yang jelas.
Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menyampaikan bahwa dua syarat “yang telah disepakati bersama” dari kerangka gencatan senjata masih belum terpenuhi.
Iran menganggap gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset sebagai syarat mutlak sebelum duduk di meja perundingan dengan delegasi AS.
Di saat yang sama, Trump menyampaikan kepada New York Post bahwa kapal perang AS sedang dipersiapkan ulang jika pembicaraan mengalami kegagalan.
Kepada Fox News, Gedung Putih menyatakan presiden tetap “optimistis kesepakatan dapat tercapai.”
Laporan CNN juga mengungkapkan Trump sempat melakukan pembicaraan telepon yang tegang dengan PM Israel Benjamin Netanyahu tepat sebelum Israel mengumumkan langkah menuju pembicaraan gencatan senjata langsung di Lebanon. Sumber-sumber menyebutkan Trump menekan Netanyahu untuk meredakan ketegangan, sebagian untuk memenuhi syarat awal Iran.
Saat ini, BTC berada di kisaran tertinggi US$65.000 hingga US$73.000, rentang harga yang membatasi pergerakan sejak konflik dimulai akhir Februari.
Hasil positif dari Islamabad bisa mendorong BTC ke level US$75.000 hingga US$80.000 karena premi risiko geopolitik terus berkurang.
Tetapi, gagalnya pembicaraan dapat memicu gangguan kembali di Hormuz dan kemungkinan BTC melakukan retest pada support US$68.000.
48 jam ke depan jadi penentu, apakah reli penguatan pada pekan ini mampu bertahan atau justru berbalik arah.


