Nasdaq mengajukan perubahan aturan pada 7 April untuk memperluas definisi Exchange-Traded Product (ETP) sehingga mencakup Class ETF Shares, sebuah produk hibrida yang menggabungkan struktur reksa dana dan ETF.
Amandemen pada Equity 1, Section 1(a)(15) ini akan memungkinkan penerbit produk tersebut menggunakan proses opsional Initial ETP Open milik exchange pada hari pertama perdagangan.
Class ETF Shares adalah saham yang diperdagangkan di exchange dan diterbitkan oleh open-end fund yang juga menawarkan kelas saham reksa dana tradisional.
SEC menyetujui standar listing generik Nasdaq untuk produk ini pada November 2025 di bawah Rule 5703.
Di sisi lain, SEC menyetujui Initial ETP Open milik Nasdaq pada Mei 2025. Proses ini memberi pilihan bagi penerbit ETP untuk menunda pembukaan perdagangan sekuritas dari Pre-Market Hours pukul 04.00 ET sampai Market Hours reguler pada pukul 09.30 ET.
Penundaan ini memungkinkan Nasdaq Halt Cross untuk menetapkan harga pembukaan, sehingga mendukung proses penemuan harga yang lebih tertib.
Sampai saat ini, hanya ETP yang terdaftar berdasarkan aturan Nasdaq yang sudah ada yang bisa menggunakan fitur ini. Pengajuan baru ini menambahkan Rule 5703 ke dalam daftar, sehingga memberikan opsi yang sama bagi Class ETF Shares.
Pengajuan aturan ini hadir di tengah upaya manajer aset yang berlomba membawa dana dual-kelas ke pasar. SEC telah menyetujui sekitar 48 perusahaan untuk multi-class ETF exemptive relief dari sekitar 100 aplikasi yang masuk per Maret 2026.
Beberapa nama besar seperti BlackRock, Fidelity, JPMorgan, dan Morgan Stanley juga telah mengajukan aplikasi.
Namun, infrastruktur operasional masih tertinggal dari kemajuan regulasi. Solusi otomatis dari DTCC untuk memproses pertukaran saham reksa dana ke ETF diperkirakan baru akan aktif pada 18 Mei 2026.
Pembangunan penuh untuk layanan kustodian dan market maker kemungkinan baru akan menyusul pada akhir 2026 atau 2027.
Aturan Nasdaq ini langsung berlaku berdasarkan Section 19(b)(3)(A)(iii) dari Securities Exchange Act.
Exchange juga telah meminta SEC untuk menghapus masa jeda operasional standar 30 hari, dengan alasan bahwa perubahan tersebut bersifat definisi, tidak kontroversial, dan tidak mengubah standar listing yang ada maupun teknis Initial ETP Open.
Namun, SEC tetap memiliki wewenang untuk menangguhkan aturan ini sementara selama 60 hari jika dinilai menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan investor.


