Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), meluncurkan memoar setebal 457 halaman berjudul “Freedom of Money” pada 8 April. Buku ini telah memicu perang kata-kata di ranah publik dengan pendiri OKX, Star Xu.
Autobiografi ini membahas perjalanan CZ dari desa di Cina hingga membangun exchange aset kripto terbesar di dunia. Tapi, klaim paling menghebohkan buku ini berkaitan dengan para raksasa kripto asal Cina lainnya, termasuk pendiri Huobi, Li Lin, dan pendiri Tron (TRX), Justin Sun.
CZ bergabung ke OKCoin, pendahulu dari exchange OKX, sebagai Chief Technology Officer pada pertengahan 2014. Masa kerjanya kurang dari setahun.
Menurut memoarnya, CZ keluar pada awal 2015 setelah Star Xu mencoba menegosiasikan ulang kepemilikan saham 10% yang dimiliki CZ di perusahaan tersebut.
Kepergian itu tak berjalan mulus. Perselisihan kontrak yang sengit pun terjadi tak lama setelahnya, terutama terkait pengelolaan nama domain Bitcoin.com.
CZ menjadi perantara antara OKCoin dan investor awal Bitcoin (BTC), Roger Ver. Ver mempercayakan pengelolaan domain tersebut kepada exchange itu dengan imbalan pembayaran bulanan.
Ada dua versi kontrak yang beredar. Ver dan CZ sama-sama mengklaim OKCoin memalsukan versi yang sudah diubah dengan menambahkan klausul pemutusan enam bulan. Xu justru menuduh CZ sebagai pelaku pemalsuan tersebut.
Perselisihan pada 2015 itu pun menyeret Ver, yang menggugat OKCoin senilai US$570.000. Selain itu, CZ juga secara terbuka menuduh OKCoin melebih-lebihkan volume perdagangan menggunakan bot dan memanipulasi audit proof of reserves.
Xu membalas dengan mempertanyakan kredibilitas CZ dan menuduhnya berbohong. Meskipun akhirnya perselisihan ini mereda, kedua pihak tak pernah benar-benar melupakan kejadian tersebut.
Dalam “Freedom of Money,” CZ kembali membahas penindakan regulasi di Cina pada 2020 yang mengguncang industri aset kripto di negara tersebut.
Ia menceritakan OKCoin mengumumkan penangguhan penarikan tanpa batas waktu pada 16 Oktober 2020. Star Xu kabarnya ditempatkan dalam “penahanan lunak” oleh polisi Cina. Xu akhirnya dibebaskan setelah sekitar lima minggu.
Dua hari setelah Xu dibebaskan, pendiri Huobi Li Lin dan beberapa eksekutif lain juga ditahan saat menghadiri acara publik pada 28 November 2020.
Li Lin mengalami penahanan lunak selama sekitar 90 hari. Setelah itu, ia keluar dari industri ini lalu menjual Huobi ke About Capital Management milik Justin Sun pada Oktober 2022.
Transaksi itu, yang konon nilainya sekitar US$1 miliar, kemudian memicu konflik baru antara Sun dan Li.
Sun menuduh Li menyembunyikan kekurangan dana senilai US$30 juta saat proses due diligence. Sebaliknya, Li menggugat hak atas merek dagang. Kini Sun telah mengganti nama exchange itu menjadi HTX.
Klaim paling panas dalam buku CZ berkaitan dengan kejadian setelahnya.
CZ menulis bahwa pada sebuah makan malam tahun 2025, Li Lin mengaku telah melihat tangkapan layar yang menunjukkan Star Xu secara pribadi melaporkannya ke polisi Cina. Laporan itulah, jelas CZ, yang menyebabkan penangkapan Li Lin.
Xu membalas, menyebut tuduhan “mengadu” itu tidak masuk akal, dan menilai CZ sebagai seseorang yang karakternya tidak berubah meski sudah empat bulan masuk penjara. CZ mendekam di penjara federal AS setelah mengaku bersalah atas pelanggaran anti-pencucian uang pada 2023. Ia membayar denda pribadi sebesar US$150 juta, sedangkan Binance membayar US$4,3 miliar.
Xu tidak hanya membantah, ia juga mengungkit kembali sengketa kontrak OKCoin, memperlihatkan video YouTube serta catatan obrolan QQ dari Desember 2014.
Bukti itu, papar Xu, menunjukkan CZ mengirim dua versi kontrak Ver ke akuntan OKCoin. Versi 7 dikirim lebih dulu, disusul versi 8 yang telah diubah dengan tambahan klausul pemutusan beberapa jam kemudian.
Selain sengketa kontrak, Xu juga mencantumkan klaim lain yang menurutnya tidak benar, antara lain:
Xu juga menyiratkan bahwa CZ menjadi “saksi cacat” yang melaporkan Justin Sun saat penyelidikan terpisah berlangsung.
CZ sendiri belum secara langsung menanggapi unggahan Xu.
Pertukaran tudingan ini menyoroti bahwa rivalitas pribadi antara para pendiri exchange kripto asal Cina masih mempengaruhi narasi publik sampai sekarang.
CZ, Star Xu, Li Lin, dan Justin Sun telah membangun empat platform paling berpengaruh di industri ini. Mereka semua harus menghadapi kebijakan keras pemerintah Beijing, penahanan pendiri, hingga harus memindahkan bisnis ke luar negeri pada periode 2017–2022.
Tidak ada satu pun klaim utama dalam perseteruan ini yang sudah terverifikasi secara independen. Screenshot yang dikaitkan CZ dengan Li Lin juga belum dipublikasikan ke publik.
Bukti kontrak tahun 2014 masih sengketa bahkan setelah lebih dari satu dekade.
Yang pasti, “Freedom of Money” membuka babak baru pada luka lama yang sebenarnya ingin tetap disembunyikan oleh kelas kripto Cina.


