Harga emas turun 0,5% di perdagangan awal Asia pada 7 April, berada di kisaran US$4.640 per ons di tengah konflik AS-Iran yang terus menekan sentimen pasar.
Penurunan ini memperpanjang tren buruk di bulan Maret. Emas mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2008. Sepanjang delapan bulan sebelumnya, harga emas selalu naik, tapi kali ini turun lebih dari 13%.
Penjualan besar-besaran mulai terjadi setelah serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari yang menyebabkan harga minyak melonjak.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Walaupun harga emas melemah secara headline, aktivitas pasar emas tetap tinggi. The Kobeissi Letter mencatat rata-rata volume perdagangan harian mencapai US$361 miliar pada 2025.
Lalu, aktivitas over-the-counter dan volume di exchange meningkat menjadi US$180 miliar dan US$174 miliar per hari, sementara volume perdagangan melalui exchange-traded melonjak hingga US$7 miliar.
The Kobeissi Letter menyampaikan sekarang emas diperdagangkan harian lebih tinggi dibanding sebagian besar aset keuangan utama lainnya. Dengan volume harian US$361 miliar, emas melampaui US Treasury Bills yang sebesar US$186 miliar, pasangan EUR/GBP di kisaran US$169 miliar, dan Dow Jones kurang lebih US$100 miliar.
Apple, Nvidia, dan Tesla jika digabung rata-rata hanya US$26 miliar per hari pada 2025. Tingkat partisipasi ini hampir tiga kali lipat dari rata-rata harian US$134 miliar pada 2021.
Sementara itu, pembelian emas oleh bank sentral juga tetap berlangsung. Menurut World Gold Council, akumulasi bersih bank sentral mencapai 19 ton setelah bulan Januari yang lesu. Walaupun angka ini menunjukkan pemulihan dari perlambatan bulan sebelumnya, namun masih di bawah rata-rata bulanan 26 ton sepanjang 2025.
Langganan YouTube kami untuk mendapatkan wawasan para pemimpin dan jurnalis ahli


