Menurut laporan, Iran menyerang Kota Industri Jubail di Provinsi Timur, Arab Saudi, pada 7 April.
Menurut laporan media, rudal balistik dan drone Iran menyebabkan kebakaran besar di lokasi tersebut. Jubail adalah salah satu pusat industri terbesar di dunia serta menjadi tulang punggung sektor petrokimia Arab Saudi.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Menurut Drop Site, seorang penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui X menyatakan bahwa Teheran menganggap Arab Saudi sebagai “provokator utama” bersama Israel. Penasihat tersebut memperingatkan bahwa,
Sementara itu, Iran secara resmi menolak rencana damai 15 poin dari Washington dan menawarkan kerangka balasan berisi 10 poin.
Kerangka balasan tersebut mensyaratkan setiap kesepakatan harus ada jaminan keamanan dari serangan di masa depan, penghentian perang secara permanen, penarikan Israel dari Lebanon, serta pencabutan penuh sanksi Amerika Serikat.
Teheran juga menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas konsesi tersebut, dengan syarat adanya biaya transit sebesar US$2 juta per kapal yang akan dibagi dengan Oman. Iran akan mengarahkan pendapatan dari biaya Hormuz ini untuk rekonstruksi, bukan menerima dana ganti rugi formal dari perang.
Kedua langkah ini menandakan bahwa Teheran ingin bernegosiasi dari posisi yang kuat, bahkan ketika tenggat waktu dari Presiden Trump pada Selasa pukul 20.00 ET untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin dekat.
Trader Polymarket tetap memperkirakan peluang sangat kecil terjadinya gencatan senjata AS-Iran dalam waktu dekat. Platform prediksi tersebut hanya memberikan kemungkinan 3% hal itu terjadi pada 7 April.
Dampak pasar dari eskalasi terbaru ini terlihat jelas. Bitcoin (BTC) turun sekitar 2% ke sekitar US$68.500 pada Selasa pagi. Di saat bersamaan, harga Brent melonjak lebih dari 1% menembus US$111. Emas turun 0,54%, sedangkan perak melemah 1,1%.
Namun, indeks saham AS bertahan lebih kuat, di mana Nasdaq Composite, Dow Jones Industrial Average, dan Russell 2000 semuanya mencatat kenaikan meskipun tipis.
Apakah langkah Iran ini mampu memaksa terobosan diplomatik atau justru memicu serangan infrastruktur seperti yang dijanjikan Trump, sepertinya akan segera terlihat dalam hitungan jam ke depan.
Langganan kanal YouTube kami untuk melihat pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli

